Wednesday, July 24, 2019

PAMERAN SENI RUPA “MAIN” DI GALERI NASIONAL INDONESIA




“Pada hakekatnya kreativitas bersifat unik, dan kemampuan anak-anak belum sepenuhnya kita ketahui sama sekali. Maka, bermain-main adalah salah satu pintu untuk melihat kemungkinan yang tak hanya tak terduga, tapi mencengangkan dari dunia anak-anak.” pikir 4 kurator dalam festival main.


JAKARTA – Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Galeri Nasional Indonesia Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. mengadakan festival seni rupa anak dengan tema MAIN.
“Kami berpikir ‘MAIN’ adalah satu kebahagiaan atau mencapai suatu kebahagiaan. ‘MAIN’ juga mengawali segala sesuatu yang positif” ucap Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto.

Dalam festival tersebut terdapat pemutaran serangkaian film yang tali-temali dengan nilai edukasi, lingkungan hidup, kreativitas, dan ilmu pengetahuan. Lokakarya dengan pelbagai medium. Pertunjukkan dongeng yang membangun imajinasi. Pelbagai permainan dan percobaan yang merangsang motoric dan sensorik anak-anak. Ada pula pameran lukisan di tiga ruang terpisah, yang diikuti oleh 72 peserta pameran dari 376 karya. Di pilih oleh 4 kurator terkenal, Asikin Hasan, Citra Smara Dewi, Teguh Margono, Bayu Genia Krishbie.



MAIN juga didukung oleh lembaga yang punya perhatian pada pertumbuhan dan kreativitas anak yakni, Museum Basoeki Abdullah, Dinas Kebudayaan DIY, The Japan Foundation. Jakarta, Bali Estetik Art (beArt) & Management, Perkumpulan Baturulangun Batuab Bali, ars86care foundation, Komunitas Hong, Sanggar Gambar Ananda Bandung, RovingLAB, Ganara Art, PicuPacu Creative Children Community, Goethe-Institut Indonesian.

Acara yang di buka oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kemendikbud, Arief Rachman. Pada 23 Juli 2019 kemarin bertujuan untuk dapat menyuruk lebih dalam pada potensi lain anak yang belum tergali.


Tuesday, July 23, 2019

TIPS LULUS KULIAH 3,5 TAHUN ALA WAKIL PRESIDEN MAHASISWA UHAMKA


“Jangan pernah salahkan organisasinya, kalau kuliah kalian gak beres”, ucap wakil presiden mahasiswa UHAMKA


Ditengah banyaknya mahasiswa yang bersikap apatis terhadap kampusnya, Syamsul Arifin yang akrab dipanggil Sam itu merupakan salah satu aktivis UHAMKA yang kini menjabat sebagai wakil presiden mahasiswa UHAMKA, ia rela kehilangan waktu belajarnya demi organisiasi yang ia ikuti, ia termasuk aktif dalam berorganisasi, selama kuliah di kampus hijau ini, ia telah mengikuti 6 organisasi baik internal maupun eksternal, diantaranya ;

1.      Cinematography FISIP UHAMKA (2015-2017)
2.      Himpunan Mahasiswa Komunikasi FISIP UHAMKA (2016-2017)
3.      Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UHAMKA (2017-2018)
4.      Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah FISIP UHAMKA (2017-2018)
5.      Badan Eksekutif Mahasiswa UHAMKA (2018-2019)
6.      Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (2018-2019)

Banyaknya organisasi yang ia ikuti tidak menghambatnya untuk bisa lulus kuliah 3,5 tahun. Mahasiswa 23 tahun tersebut mampu mengimbangi keduanya,  berikut tips dari Orang Nomor Dua di UHAMKA untuk bisa mengimbangi waktu antara kuliah dan organisasi.
simak videonya, semoga bermanfaat :).







Wounds

Wounds   Two months to the end of 2021 felt so deep for me The job that felt fun changed into boring thing Friends that always around ...