Sunday, July 29, 2018

Parni Hadi Membagi Ilmu Kepada Mahasiswa dengan Cuma-Cuma



 “Wartawan itu harus cepat, cermat, tepat, hemat, bermanfaat dan bermartabat” ucap Parni Hardi.
Rabu, 18 Juli 2018 Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA (UHAMKA) bekerjasama dengan Universitas Umar Usman dan Dompet Dhuafa mengadakan pelatihan jurnalistik kepada para mahasiswa kedua universitas tersebut dengan Cuma-Cuma.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, hari pertama yang juga pembukaan dari kegiatan ini dilaksanakan di ruang aula Umar Usman pasar minggu pada pukul 09.00 WIB. Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci al-quran, dan penampilan tari topeng dari salah satu mahasiswi UHAMKA, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari masing-masing universitas.
Kegiatan yang di pandu oleh Bapak Suheng dihadiri oleh pembicara yang merupakan wartwan senior, yaitu Parni Hadi (Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Operasional di awal-awal Republika berdiri), Priyambodo RH (Direktur Eksekutif di Lembaga Pers Dr.Soetomo), Sony Soemarsono (Wartawan Foto dari salah satu media televise) dan Ahmadi Thaha (Wartawan dari salah satu media).
Pak Parni Hadi sebagai pembuka materi jurnalistik  dan Beliau memberikan ceramah selama kurang lebih 45 menit mengenai siapa itu wartawan, apa itu profetik dan apa hubungan dari keduanya, menurutnya menulis bukanlah hal yang mudah, dan menulis merupakan berbicara dengan kertas. Beliau banyak memberikan tips-tips menghasilkan berita yang disenangi pembaca dengan cara yang seuai dengan ajaran Nabi Muhhammad saw.

“Harus ditanamkan sejak dini ajaran nabi Muhammad saw, agar ketika menjadi wartawan kita dapat amanah menyampaikan berita” ujarnya.
“ Profetik Jurnalisme adalah kegiatan komunikasi melalui kata-kata, tulisan serta gambar” ucapnya melanjutkan.
Pak Parni Hadi menutup kegiatan hari pertama ini dengan games, semua peserta diminta untuk mengajukkan diri dan menyebutkan satu huruf yang kemudian ditambahkan oleh peserta lainnya dan diberi makna dari huruf-huruf tadi. Setelah selesai bermain, beliau menjelaskan makna dari games tadi yang ternyata sangat bersangkut paut terhadap seorang jurnalis.
Dalam kegiatan ini, ia mengatakan akan memberikan hadiah berupa buku “Jurnalisme Profetik” serta sertifikat bagi peserta yang benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius selama tiga hari. Kegiatan hari kedua dan ketiga dilaksanakan di UHAMKA oleh pembicara yang lain.


No comments:

Post a Comment

Wounds

Wounds   Two months to the end of 2021 felt so deep for me The job that felt fun changed into boring thing Friends that always around ...