Saturday, July 21, 2018

Shattered Glass (2003)

Merupakan film dengan genre drama history yang diangkat dari sebuah artikel karya H.G. Bissinger di majalah Vanity Fair. Film ini di sutradarai oleh Billy Ray yang sekaligus juga menjadi penulis naskah bersama dengan Buzz Bissinger. Film dengan durasi 1 jam 34 menit diterbitkan pada 14 November 2003 dan telah mendapatkan penghargaan berupa 1 Golden Globe ,11 penghargaan dan 27 nominasi lainnya. Film ini diperankan oleh beberapa tokoh diantaranya : Rosario Dawson, Hayden Christensen,  Peter Sarsgaard, Chloe Sevigny. Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata seorang jurnalis muda di New Republic bernama Stephen Glass yang diperankan oleh Hayden Christensen.
New Republic yang dipimpin oleh Marty Peretz merupakan media cetak yang cukup popular di Amerika Serikat pada masa itu karena telah terpilih sebagai majalah resmi Pesawat Air Force One, majalah yang terbit pertama kali pada 1914  ini banyak dibaca oleh orang-orang penting termasuk President dan sejak saat itu menjadi media yang mengomentari politik Amerika. New Republic pertama kali berdiri pada bulan mei 1998 dengan 15 karyawan termasuk pada editor. Dan rata-rata berusia 26 tahun, Stephen merupakan seorang karyawan yang paling muda.
Stephen seorang jurnalis muda yang memiliki ambisius tinggi terhadap popularitas, ia sama sekali tidak berfikir bahwa menjadi seorang jurnalis adalah hal yang berat karena dengan bersikap ramah dan menyenangkan sedikit maka semuanya akan terkendali. Kira-kira seperti itu prinsipnya dalam bekerja. Di kantornya, Stephen terkenal sangat ceria dan humoris sehingga hampir semua rekan kerjanya menyukainya.
Stephen sangat senang bisa menjadi jurnalis di New Republic, karena tulisannya dapat dibaca oleh orang-orang penting dan menurutnya tulisannya akan mempengaruhi opini seseorang akan sesuatu. Namun siapa sangka bahwa beberapa tulisannya sudah terbukti tidak sesuai fakta, melainkan hanya imajinasinya saja terhadap kutipan-kutipan seseorang. Hal tersebut terbukti setelah digantikannya seorang editor kesayangan mereka Michael Kelly dengan Chuck Lane.
Chuck Lane dianggap tidak mampu menjadi seorang editor dan menggantikan Michael Kelly oleh rekan kerjanya bahkan mereka mengganggap Chuck belum pantas dikatakan sebagai seorang jurnalis Karena tulisannya yang standar dan ia juga tidak memiliki selera humor.
Selang beberapa waktu, Stephen menulis “Hack Heaven” yang kemudian di curigai oleh seorang penulis online bernama Adam Penenberg bahwa informasi yang Stephen tulis tidak benar dan berfikir bahwa media se popular New Republic dapat ditipu oleh hacker online. Ini membuat Chuck kebingungan, kemudian Chuck berusaha mengorek informasi kembali dari Stephen dan kemudian Stephen mengaku bahwa yang ia tulis dalam “Hack Heaven” hanya lah rekayasa. Kemudian Chuck memecat Stephen dan meminta Stephen untuk mengaku berapa banyak tulisannya yang ia buat hanya rekayasa. Dan ia mengakui ada 27 dari 41 tulisannya yang merupakan fiksi tidak fakta.
Pada 10 Mei 1998 artikel Adam Penenberg terbit secara online dan disambut sebagai terobosan baru dalam jurnalisme dalam jaringan, di bulan July The New Republic mencetak permohonan maaf untuk para pembacanya mengakui bahwa 27 dari 41 tulisan karya Stephen Glass untuk majalah itu telah direkayasa sebagian atau sepenuhnya dikarang.

Opini saya terkait film Shattered Glass
Film berdurasi 1 jam 34 menit ini mengajarkan banyak hal, terutama bagi saya yang notabenenya sebagai mahasiwa jurnalistik, bahwa menjadi seorang jurnalis harus benar-benar menulis dengan fakta tidak boleh sedikitpun memberikan opini terhadap tulisannya karena apabila memberikan opini berarti dapat dikatakan bahwa ia tidak indipenden dan hal tersebut tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, dan yang harus selalu diingat ketika menulis adalah apa yang akan kita tulis dan siapa yang akan membaca , dengan begitu kita akan tahu bagaimana tulisan kita seharusnya.
 Film Shattered Glass juga menekankan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis tidak semudah yang dikatakan oleh Stephen mulai dari mencari  hingga menulis berita, tidak banyak hal yang menyenangkan sehingga untuk menjadi seorang jurnalis dibutuhkan keinginan dari hati jurnalis itu sendiri tanpa ada ambisi atau niat ingin populer. Dan yang dapat saya kutip dalam film tersebut adalah “ jurnalisme hanyalah seni dalam memahami tingkah laku, Menurutku yang mengesankan adalah orang-orang yang kau temui, tingkah laku mereka, kekurangan mereka yang membuat mereka lucu, yang membuat mereka manusiawi”. Jadi menulislah sesuai dengan fakta dengan data yang kredibel

Dari segi aktornya, Hayden Christensen berhasil memerankan karakter yang ambisius, ceria, dan terlihat seperti orang yang pintar namun menyebalkan. Disini penonton dibuat sangat kesal dengan caranya yang tidak mau mengakui kesalahannya meskipun sudah tercium bau kebohongannya. 

No comments:

Post a Comment

Wounds

Wounds   Two months to the end of 2021 felt so deep for me The job that felt fun changed into boring thing Friends that always around ...