Merupakan film dengan genre drama history yang diangkat dari
sebuah artikel karya H.G. Bissinger di majalah Vanity Fair. Film ini di
sutradarai oleh Billy Ray yang sekaligus juga menjadi penulis naskah bersama
dengan Buzz Bissinger. Film dengan durasi 1 jam 34 menit diterbitkan pada 14
November 2003 dan telah mendapatkan penghargaan berupa 1 Golden Globe ,11
penghargaan dan 27 nominasi lainnya. Film ini diperankan oleh beberapa tokoh
diantaranya : Rosario Dawson, Hayden Christensen, Peter Sarsgaard, Chloe Sevigny. Film ini
diangkat berdasarkan kisah nyata seorang jurnalis muda di New Republic bernama
Stephen Glass yang diperankan oleh Hayden Christensen.
New Republic yang dipimpin oleh Marty Peretz merupakan media
cetak yang cukup popular di Amerika Serikat pada masa itu karena telah terpilih
sebagai majalah resmi Pesawat Air Force One, majalah yang terbit pertama kali
pada 1914 ini banyak dibaca oleh
orang-orang penting termasuk President dan sejak saat itu menjadi media yang
mengomentari politik Amerika. New Republic pertama kali berdiri pada bulan mei
1998 dengan 15 karyawan termasuk pada editor. Dan rata-rata berusia 26 tahun,
Stephen merupakan seorang karyawan yang paling muda.
Stephen seorang jurnalis muda yang memiliki ambisius tinggi
terhadap popularitas, ia sama sekali tidak berfikir bahwa menjadi seorang
jurnalis adalah hal yang berat karena dengan bersikap ramah dan menyenangkan
sedikit maka semuanya akan terkendali. Kira-kira seperti itu prinsipnya dalam
bekerja. Di kantornya, Stephen terkenal sangat ceria dan humoris sehingga
hampir semua rekan kerjanya menyukainya.
Stephen sangat senang bisa menjadi jurnalis di New Republic,
karena tulisannya dapat dibaca oleh orang-orang penting dan menurutnya
tulisannya akan mempengaruhi opini seseorang akan sesuatu. Namun siapa sangka
bahwa beberapa tulisannya sudah terbukti tidak sesuai fakta, melainkan hanya
imajinasinya saja terhadap kutipan-kutipan seseorang. Hal tersebut terbukti
setelah digantikannya seorang editor kesayangan mereka Michael Kelly dengan
Chuck Lane.
Chuck Lane dianggap tidak mampu menjadi seorang editor dan
menggantikan Michael Kelly oleh rekan kerjanya bahkan mereka mengganggap Chuck
belum pantas dikatakan sebagai seorang jurnalis Karena tulisannya yang standar
dan ia juga tidak memiliki selera humor.
Selang beberapa waktu, Stephen menulis “Hack Heaven” yang
kemudian di curigai oleh seorang penulis online bernama Adam Penenberg bahwa
informasi yang Stephen tulis tidak benar dan berfikir bahwa media se popular
New Republic dapat ditipu oleh hacker online. Ini membuat Chuck kebingungan,
kemudian Chuck berusaha mengorek informasi kembali dari Stephen dan kemudian
Stephen mengaku bahwa yang ia tulis dalam “Hack Heaven” hanya lah rekayasa.
Kemudian Chuck memecat Stephen dan meminta Stephen untuk mengaku berapa banyak
tulisannya yang ia buat hanya rekayasa. Dan ia mengakui ada 27 dari 41
tulisannya yang merupakan fiksi tidak fakta.
Pada 10 Mei 1998 artikel Adam Penenberg terbit secara online
dan disambut sebagai terobosan baru dalam jurnalisme dalam jaringan, di bulan
July The New Republic mencetak permohonan maaf untuk para pembacanya mengakui
bahwa 27 dari 41 tulisan karya Stephen Glass untuk majalah itu telah direkayasa
sebagian atau sepenuhnya dikarang.
Opini saya terkait film
Shattered Glass
Film berdurasi 1 jam 34 menit ini mengajarkan banyak hal,
terutama bagi saya yang notabenenya sebagai mahasiwa jurnalistik, bahwa menjadi
seorang jurnalis harus benar-benar menulis dengan fakta tidak boleh sedikitpun
memberikan opini terhadap tulisannya karena apabila memberikan opini berarti
dapat dikatakan bahwa ia tidak indipenden dan hal tersebut tidak sesuai dengan
kode etik jurnalistik, dan yang harus selalu diingat ketika menulis adalah apa
yang akan kita tulis dan siapa yang akan membaca , dengan begitu kita akan tahu
bagaimana tulisan kita seharusnya.
Film Shattered Glass
juga menekankan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis tidak semudah yang
dikatakan oleh Stephen mulai dari mencari
hingga menulis berita, tidak banyak hal yang menyenangkan sehingga untuk
menjadi seorang jurnalis dibutuhkan keinginan dari hati jurnalis itu sendiri
tanpa ada ambisi atau niat ingin populer. Dan yang dapat saya kutip dalam film
tersebut adalah “ jurnalisme hanyalah seni dalam memahami tingkah laku,
Menurutku yang mengesankan adalah orang-orang yang kau temui, tingkah laku
mereka, kekurangan mereka yang membuat mereka lucu, yang membuat mereka
manusiawi”. Jadi menulislah sesuai dengan fakta dengan data yang kredibel
Dari segi aktornya, Hayden Christensen berhasil memerankan
karakter yang ambisius, ceria, dan terlihat seperti orang yang pintar namun
menyebalkan. Disini penonton dibuat sangat kesal dengan caranya yang tidak mau
mengakui kesalahannya meskipun sudah tercium bau kebohongannya.

No comments:
Post a Comment