Saturday, July 16, 2022

Wounds

Wounds



 

Two months to the end of 2021 felt so deep for me

The job that felt fun changed into boring thing

Friends that always around me was gone

Even I lost my sweet home who supposed to be an comfort place for me

Everything changed in a matter of time

I lost everything…

Emotion of angry, sad, annoyed, and disappointed were gather  in my soul

They tried to show themeselves every day till chased away emotion of happy

I lost my way…

I thought all of these gonna be done at the end of 2021,

Apparently not, all these wounds were still flowing inside me

Allusion book, two months of the end of 2021 just an introductory chapter

The chapter content were on March

After my sister’s wedding party, she left a lot of debt to my family

At the same time I lost my job

I felt I got an revenge of my sins

At the silence, I asked where were the people that I’ve ever help?

Again and again I lost my way…

I didn’t know how much tears that fallen every day, from morning to morning

I didn’t know how much I tried to suicide that I’ve done

Entering the beginning of April, which coincidentally was Ramadhan month, here I got an strength inside me to try get up fom all negative emotions

I started to get close with my mother, invited my mom went to mall

And I realized so far all of my time, money, and power never I gave to my mother even half of it

At the way, I was thingking to buy two fenomenal books, that were

“An Art to Act Whatever” and “Everything were Ambyar”

Without thingking long, I bought two of its

Now… My business was change

I just help my mother sold fries, red the book, looked for a job, and brood over

The first book that I red was “An Art to Act Whatever”

From that book, I learnt so much so far that I’ve done was not of ikhlas

I still hope all of I’ve gave to the person, back to me from the same person

I gave more priority to the other person

Till I felt disappointed when they weren’t came to hold me up

Actually the first stage is myself, the only one is god, then my parents

Three sentences from that book, who made me realized enough from all my false, that were

“People who thinks themeselves have to specialized, fall to the one of trap of them, maybe they hope other people take responsible of their problems or they take too much responsible of other people’s problems”

“People who thinks they’re special, they like blame other people of emotion and act of themselves, because they sure that if consintantly showed themeselves as a victim, at the end someone will come and safe them and they will take love that they always wants it”

“People who thinks they’re special, they will volunteer to get wrong of emotion and act of other people, because they believe that if they fix their relationship and safe its, they will take love and appreciation who so far they wants its”

These sentences made me collapse and melt

After I red these sentences, again and again I tried to get up and got close myself to Allah

Bit by bit my chest felt relieved, tried to walk to a better place with beautiful smile and said Alhamdulillah to Allah because all of this wounds

This wounds maybe not be the last for me

As long as I’m alive, I will get a wounds, isn’t it?

So, maybe this the first wounds for myself

But from here, I know the medicine for my next wounds

You’ll never know happy before you sad

Also you’ll never know healed before you know hurted

And the last but not least,

I’ll say thank you to wounds, you’ve made me stronger for a better version of me.

Wednesday, December 9, 2020

Menghapus Perbedaan melalui Kopi


Berbeda dari yang lain, begitulah kata yang tepat untuk kedai kopi sunyi. Keunikannya bukan ditonjolkan pada menu makanan, minuman atau design ruangan, namun pada konsep kedai. Ngopi dilayani oleh teman-teman difabel. Berawal dari Mario yang membawa isu difabel bertemu dengan Almas yang hobi meracik kopi, akhirnya pada April 2019, kopi Sunyi resmi dibuka.

Semua pekerja di kopi Sunyi adalah teman-teman difabel, mulai dari designer, tukang parkir, kasir, hingga barista. Konsep ini disambut baik oleh masyarakat. Setiap hari kopi sunyi ramai pengunjung dari berbagai kalangan. Untuk memesan makanan dan minuman, kalian bisa tunjuk tulisan yang ada di menu, jadi jangan khawatir. Rasa makanan dan minuman disini tidak mengecewakan, meski dengan harga standart mulai dari 20 ribu hingga 38 ribu. Kopi Sunyi  di design ramah difabel, terdapat guiding block  dan space kosong di tengah untuk memudahkan teman-teman yang menggunakan kursi roda. Selain itu, yang paling menarik disini, pengunjung juga bisa belajar bahasa isyarat.

Menurut Almas, salah satu Co-Founder kopi Sunyi, kata sunyi bermakna sunyi dari perbedaan, sunyi dari diskriminasi, dan sunyi dari intimidasi. Kata Sunyi diambil untuk menjelaskan bahwa semua orang sama dan setara. Sementara, gambar tangan yang berbeda warna pada logo kedai ini, bermakna bahwa setiap orang berbeda-beda yang disatukan melalui kopi.

Almas menambahkan alasan kedai kopi ini didirikan, karena para pendiri kopi Sunyi peduli terhadap teman-teman difabel yang kurang mendapat  perhatian dan sering dianggap remeh oleh masyarakat, sehingga banyak teman-teman difabel yang kesulitan mencari kerja.

Kopi sunyi memberikan banyak pelajaran bagi saya. Untuk saling menghargai, peduli, dan tidak menganggap beda teman-teman difabel, karena mereka juga memiliki mimpi dan hak yang sama sebagai manusia. Berawal dari penasaran berakhir dengan kenyamanan.

Almas Nizar, Co Founder Kopi Sunyi

 

Thursday, November 26, 2020

Salahsatu Kegiatan SKK Migas dan LPDS

SKK Migas sudah sering bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), salah satunya mengadakan kegiatan Pengumuman Hasil Lomba Jurnalistik dan Sosialisasi Verifikasi Perusahaan Pers melalui zoom. Kebetulan saya dipercaya oleh LPDS untuk menjadi panitia. Wartawan Papua, Maluku, Sumatera Selatan, dan Jambi menjadi peserta lomba jurnalistik tersebut. SKK Migas dan LPDS membagi dua kategori yaitu antara wartawan Papua dengan Maluku dan Sumatera Selatan dengan Jambi. Kedua kategori tersebut diminta untuk menulis feature dengan tema berbeda. Saya dibantu oleh panitia dari LPDS, bunda riri dan bu lusi. Kami ditugaskan untuk menghubungi wartawan Papua dan Maluku sebulan sebelum acara pengumuman hasil lomba diadakan. Sementara, pihak SKK Migas menghubungi wartawan dari Sumatera Selatan dan Jambi. Sebelum menghubungi mereka, bunda riri dan bu lusi mengingatkan saya bahwa kami dengan wartawan PAMALU memiliki perbedaan waktu sebanyak dua jam. Dengan begitu, saya lebih berhati-hati ketika hendak menyebar informasi dan membalas pesan mereka.

Kami menghubungi sebanyak 187 wartawan dari Papua Barat dan 160 wartawan dari Maluku untuk ikut serta dalam lomba karya tulis jurnalistik (feature) dengan tema “Kegiatan Hulu Migas Papua dan Maluku di Tengah Pandemi Covid-19”. Untuk wartawan dari Sumatera Selatan dan Jambi mendapat tema “Efek Positif Industri Hulu Migas di Era Pandemi Covid-19”. Para peserta lomba jurnalistik mengumpulkan karya pada tanggal 30 Oktober 2020. Setelah para juri melakukan penilaian, tiba waktunya untuk mengumumkan siapa pemenangnya. Kegiatan pengumuman hasil lomba jurnalistik diselenggarakan pada Kamis, 19 November 2020 untuk para wartawan Papua-Maluku dan pada Minggu, 22 November 2020 untuk wartawan Sumatera Selatan dan Jambi.

Rangkaian acara “Pengumuman Hasil Lomba Jurnalistik dan Sosialisasi Verifikasi Perusahaan Pers”, Kamis, 19 November 2020 dimulai dari jam 09.00 hingga 13.25 WIB. Sambutan Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana, S.H.M.H dan Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Papua dan Maluku, Galih W. Agusetiawan membuka acara tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai penjelasan verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers yang diwakili Ahmad Djauhar  dan Tim Admin Pendataan oleh Winarto. Selanjutnya, pengumuman pemenang lomba karya jurnalistik.

Pemenang Lomba Karya Jurnalistik dibagi menjadi lima kategori yaitu, Pemenang ke 1 Semua Kategori, Pemenang ke 2 Semua Kategori, Pemenang ke 3 Semua Kategori, Pemenang Kategori 1 dari 44 Karya Jurnalis, dan Pemenang Kategori 2 dari 102 Jurnalis.

Untuk rangkaian acara “Pengumuman Hasil Lomba Jurnalistik dan Sosialisasi Verifikasi Perusahaan Pers”, Minggu, 22 November 2020 hampir sama dengan rangkaian acara kemarin, namun waktu acara dimulai dari jam 15.00 hingga 17.00 WIB. Sambutan Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana, S.H.M.H dan Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo membuka acara tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai penjelasan verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers yang diwakili Ahmad Djauhar  dan Tim Admin Pendataan oleh Winarto. Selanjutnya, pengumuman pemenang lomba karya jurnalistik.

Pemenang Lomba Karya Jurnalistik dibagi menjadi dua kategori yaitu, Forum Jurnalis Migas Sumatera Selatan dan Forum Jurnalis Migas Jambi.

Acara berakhir dengan ucapan selamat dari rekan-rekan wartawan lainnya dan tugas panitia merekap absen, kuesioner dan foto dokumentasi. Sangat seru dan menyenangkan bisa bekerja sama dengan SKK Migas dan LPDS serta para wartawan dari Sumatera Selatan, Jambi, terutama wartawan dari Papua dan Maluku yang sangat ramah membalas pesan saya dan sabar karena saya cerewet.

Nah ini bonus dokumentasi yang saya ambil pada acara Minggu, 22 November 2020












Sunday, June 7, 2020

#Tulismenulismenjadiapa

Menjauhkan yang Dekat


Perkembangan zaman tak luput dari sentuhan teknologi, handphone salah satunya. Benda yang identik berbentuk persegi panjang memiliki daya pikat tinggi bagi semua kalangan. Seolah didesign untuk terus digenggam oleh pemiliknya. Melalui besar layar, berat bobot dan fitur-fitur yang ditawarkan. Mulai dari edukasi hingga hiburan lengkap berada dalam satu genggam benda yang biasa disebut HP. Saat menggunakannya, satu atau dua jam bukanlah hal yang pas untuk mendeskripsikan benda ini, karena butuh waktu hampir seharian untuk terus menatapnya, ya memang seperti terhipnotis dan kecanduan. Berkat si persegi panjang banyak pengguna yang selamat dari rasa bosan tapi juga celaka saat jauh darinya. Rupanya aku adalah salah satu korbannya.

#CemalCemilNyam

Potato Cheese Ball



Rasakan sensasi asin, pedas, gurih, dan lembut menyatu dalam bola-bola kentang mungil. Ini cemilan yang sering banget aku buat dirumah karena gampang dan nyam banget, semua pada suka. Oh iya resep ini gak bener-bener dari aku, karena aku member baru di dapur alias baru belajar masak hehe, jadi masih harus liat resep kalau mau masak-masak, resep ini aku dapat dari akun instagram catatanresepkue hanya untuk bahan-bahannya saja sementara takarannya ini pure dari aku sendiri. Yuk mariii langsung aja kita liat bahan dan caranya.


Bahan : 
  1. 5 buah kentang
  2. 2 gelas tepung maizena
  3. 10 sendok makan keju parut
  4. 5 sendok makan oregano
  5. 1/4 sendok makan garam
  6. 1/2 sendok makan lada bubuk
Bahan-han bola kentang

Cara membuat :
  1. Kupas kentang lalu rebus hingga empuk
  2. Tiriskan kentang, hancurkan dengan menumbuknya
  3. Tambahkan tepung maizenna dan taburi garam, lada, oregano, juga keju.
  4. Aduk rata, setelah itu cek rasa
  5. Jika rasa sudah pas, bentuk bulat-bulat kecil
  6. Terakhir goreng dengan api sedang

Kentangnya siap di tumbuk

Ini hasil tumbukannya

Semua Bahan diatas digabung jadi satu

Lalu dibentuk bola-bola kecil

Cuss masuk minyak dg api sedang

Say hi to my potato cheese ball



Nahhh gimana gampang banget kan? Oh iya ini gak harus pake oregano loh yaa, karena oregano hanya digunakan sebagai hiasan saja.

#Myopinion:
  • Rebus kentang hingga benar-benar empuk, kalau tidak kalian akan kesusahan menumbuk dan berpengaruh pada tekstur bola kentangnya.
  • Karena adonan agak sedikit lengket jadi saat menggoreng, biarkan bola-bola kentang berwarna sedikit kecoklatan baru dibalik kalau tidak bisa menghancurkan bentuk mereka. Itu disebabkan adonan dari tepung maizenna lebih rapuh dari tepung terigu.

Jangan lupa dicoba ya gengs

#Tipstipistipis

Tawas Penolong Bau Badan

Bau badan kerap kali menjadi alasan seseorang merasa insecure. Saya perempuan yang terjebak dalam masalah itu, tipe kulit saya itu biasa saja tidak terlalu kering atau lembab, tapi memang mudah keringetan saat berada ditempat yang panas, saat merasa panik atau terlalu bahagia, kayaknya wajar ya, tapi saya rentan keringetan dibanding orang-orang disekitar saya. Tidak enak sekali rasanya, teman-teman saya memang tidak mengatakan secara blak-blakkan tapi saya bisa lihat bagaimana mereka menahannya. Karena jujur saya sendiri juga tidak suka bau badan saya, baunya itu seperti cuka, kalian tau kan bau cuka tuh kayak gimana. Hal tersebut cukup mengganggu kegiatan saya yang hobinya jingkrak-jingkrak, lari-larian pokoknya gabisa diam jalan kesana kesini, sering berada ditempat panas pula. Kebayang gak sih betapa tersiksanya teman-teman saya. Tapi tenang, saya tidak setega itu kok ke teman-teman. Saya selalu setia menggunakan deodorant, walaupun tetap saja kadang baunya malah semakin tidak karuan.

Nah beberapa minggu yang lalu, tidak sengaja saya melihat video seseorang yang menggunakan tawas untuk menghilangkan bulu ketiak dan bau badan. Dari situ saya tertarik mencari tahu siapa sih tawas, apa manfaatnya dan lain sebagainya. Singkat cerita saya percaya menggunakan tawas untuk mengatasi bau badan ini.

Awalnya saya agak kesusahan mencari tawas di pasar, namun saya diberitahu oleh seseorang bahwa tawas banyak dijual di toko bangunan. Dan ternyata benar, selain di toko bangunan juga bisa dicari di olshop. Saya beli satu genggam tawas bulat seharga Rp.2000 , untuk coba-coba pikir saya tidak perlu banyak-banyak biar kalau tidak cocok tidak merasa bersalah banget hehehe.
Sesampainya dirumah saya langsung menumbuknya hingga seperti bubuk, saya gunakan setelah mandi karena ketiak saya masih fresh saat itu. Oh iya saya aplikasikan di ketiak karena sumber bau badan saya diketiak. Bubuk tawas tadi langsung saya bubuhi di ketiak tanpa tambahan apa-apa. Kesan pertama saya sangat WOWWWW AJAIB SEKALIII.

Tawas ini tidak ada efek samping apa-apa. Tidak berbau, tidak gatal, dan tidak panas. Namun, hasilnya sangat luar biasa. Seharian saya keringetan karena harus nyetrika pakaian segunung tapi tidak tercium bau cuka lagi. Saya bebas dari bau badan. HIHIWWWWWW. Saya senang sekali, hingga saat ini saya masih menggunakannya, oh iya untuk menghilangkan warna hitam di ketiak cukup mencampurkannya dengan air panas lalu dioleskan ke ketiaknya ini harus dibarengi dengan rajin mencukur rambut di ketiak ya.
Nah Berikut beberapa informasi hasil googling yang meyakinkan saya untuk menggunakan tawas;

  • ·        Tawas atau yang biasa disebut alum, fero sulfat, Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan poli elektrolit organik memiliki rumus kimia  [Al2(SO4)3.18H2O], merupakan kelompok garam yang mengkristal. Biasa digunakan sebagai penjernih air karena poli elektrolit oraganik dapat digunakan sebagai koagulan. Sebagai koagulan alum sulfat sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang baik dalam bentuk koloid maupun suspensi.
  • ·         Sementara di India, tawas dijual sebagai deodorant, karena pembentuk koloid, maka sifat yang sangat penting pada tawas adalah adsorpsi. Tawas dapat mengadsorpsi kotoran, racun dan lainnya.
  • ·          Tawas juga bisa digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Ini terbukti, pada zaman dahulu, sebelum ada borak atau pengawet kimia lainnya, masyarakat pada umumnya menggunakan tawas sebagai bahan pengawet makanan.
  • ·         Tawas merupakan komponen dari foamite yang digunakan dalam alat pemadam kebakaran. Larutan yang mengandung tawas digunakan pada berbagai benda seperti kayu, kain, dan kertas untuk meningkatkan ketahanannya terhadap api.
Untuk menambah pengetahuan saya juga mencari informasi mengenai penyebab bau badan dan artikel dari halodoc ini sangat membantu saya. Nih artikelnya saya kutip dibawah.

Dalam dunia medis, bau badan (BB) dikenal juga dengan istilah bromhidrosis. Meski bau badan sering muncul saat tubuh mengeluarkan banyak keringat, tapi penyebab bau badan yang sesungguhnya adalah bakteri. Keringat manusia pada dasarnya tidak berbau. Bau badan muncul ketika bakteri yang ada di tubuh bertemu dengan keringat dan mengubah keringat menjadi asam. Bakteri yang sering menyebabkan bau badan adalah anaerobik. Bakteri ini dapat berkembang biak melalui keringat sebagai medianya. Nah, bau badan muncul sebagai hasil dari pemecahan protein keratin oleh bakteri pada permukaan kulit.

Selain karena bakteri, ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan seseorang lebih berisiko memiliki bau badan:

1. Berat Badan Berlebih atau Obesitas
Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas biasanya cenderung memiliki bau badan. Hal ini karena orang gemuk memiliki banyak pori-pori yang tersembunyi dalam lipatan tubuhnya. Area tersebut biasanya hangat, beruap, dan gelap, sehingga bakteri penyebab bau badan bisa berkembang dengan pesat di sana. Akibatnya, bau tidak sedap pun muncul.

2. Infeksi
Kulit yang terinfeksi juga bisa menyebabkan bau badan. Bakteri yang terdapat di kulit yang terinfeksi bisa menghasilkan keringat berurea. Keringat inilah yang akhirnya menyebabkan bau tidak sedap muncul. Jadi, bila ada bagian kulitmu yang mengalami infeksi sebaiknya segera diatasi agar bakteri mikroorganisme tidak semakin berkembang.

3. Makanan yang Dikonsumsi
Makanan dan minuman yang kamu konsumsi ternyata juga bisa memengaruhi aroma tubuhmu, lho. Nutrisi yang terkandung dalam makanan memang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, beberapa makanan tertentu juga mengandung zat-zat yang bisa menyebabkan bau badan.
Bawang merah, bawang putih, dan kari adalah penyebab bau badan yang paling populer karena rempah-rempah tersebut mengandung zat alisin. Brokoli, kubis, brussels dan sayuran lainnya yang termasuk dalam keluarga cruciferous, ternyata juga bisa membuat keringat yang dihasilkan tubuh berbau tidak sedap. Hal itu akibat kandungan sulfur dan sulfida yang terdapat di dalamnya.

4. Penyakit
Terkadang, munculnya keringat berlebih juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu, salah satunya seperti diabetes. Pengidap diabetes tingkat tinggi biasanya sudah kesulitan mengontrol kadar gula dalam darah. Jadi untuk mengganti glukosa, tubuh memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar pengganti. Nah, proses ini akan menghasilkan senyawa bersifat asam dalam jumlah yang cukup banyak. Selain diabetes, penyakit lainnya yang juga bisa menyebabkan BB, antara lain gagal ginjal, kadar gula darah rendah, liver, dan disfungsi metabolisme.

5. Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat-obatan tertentu memiliki efek samping, yaitu membuat tubuh menghasilkan keringat berlebih bila dikonsumsi. Obat-obatan penyebab, bau badan antara lain obat antipsikotik dan antidepresan. Mengonsumsi aspirin dan acetaminophen dalam dosis berlebihan juga bisa mengakibatkan produksi keringat berlebih.

6. Gangguan Metabolisme
Selain karena penyakit, masalah bau badan yang kamu alami bisa juga disebabkan karena trimethylaminuria. Kondisi trimethylaminuria adalah gangguan metabolisme di mana tubuh kehilangan kemampuan untuk memecah hormon trimetilamina yang ditemukan dalam makanan tertentu. Hormon yang tidak terpecah ini kemudian akan dikeluarkan melalui keringat, urin, dan napas, sehingga pengidapnya akan memiliki bau amis yang kuat.

Bau badan akibat trimethylaminuria tidak bisa diatasi hanya dengan mandi dan memakai deodoran. Pengidapnya perlu menghindari makanan yang mengandung trimetilamina, mengonsumsi antibiotik dan menggunakan sabun asam untuk menghilangkan bau tidak sedap.


Ini Bentuk Tawas Yang Sudah Ditumbuk

Notes : review ini ditulis jujur atas pengalaman penulis.


Sumber :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tawas
https://www.halodoc.com/6-penyebab-bau-badan-tak-sedap


Saturday, April 18, 2020

Mengenal Saya

Hallo nama saya nova, hobi saya mendengarkan masalah hidup dari orang-orang disekitar saya. Saya sangat jago memberi saran dan nasihat kepada mereka, yang belum tentu dapat saya lakukan pada diri saya sendiri. Saya bukan orang yang cerdas, salah pandang mengenai sesuatu itu hal yang biasa sehingga tak heran apabila teman-teman kesal dengan saya. Saya seorang wanita yang sedang berusaha bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Tidak minder dengan kekurangan dan mengasah diri agar memiliki kelebihan positif. Prosesnya sangat sulit, banyak yang pergi meninggalkan, saya sangat berterimakasih kepada mereka yang bertahan.

Sangat terlambat menyadari bahwa saya seharusnya mengambil jurusan psikolog, karena saya juga peka terhadap emosi orang-orang sekitar. Pola hidup belakangan menyadarkan bahwa jurnalistik ternyata kurang tepat. Sepertinya itu hanya kata-kata pelampiasan akibat kekhawatiran saya yang tidak merasa senang saat menulis, kehilangan minat menulis karena saya tidak pernah mengasah tulisan agar memiliki karakter. Sehingga saya khawatir jurnalistik tidak dapat menghidupi saya. Itulah sedikit banyak mengenai diri saya. Tulisan ini saya buat sebagai pelampiasan terhadap rasa bosan karena harus #dirumahaja dan mumet mikirin skripsi hehe.


Wounds

Wounds   Two months to the end of 2021 felt so deep for me The job that felt fun changed into boring thing Friends that always around ...